Perubahaan Entalpi Dan APlikasi Oleh :Tri funa Adhi b-056 Ian Universitas Mercu Buana Aplikasi Entalpi Dan Perubahaanya Hukum kekekalan Energi dan Perubahan Entalpi Jenis Perubahan En Penentuan Perubahan Entalpi Kalor Pembakaran Bahan Bakar Hukum kekekalan Energi dan Perubahan Entalpi A. Pengertian Energi dan Jenis Energi B. Hukum Kekekalan Energi C. Sistem dan Lingkungan D. Reaksi Eksoterm dan Endoterm A. Pengertian Energi dan Jenis Energi Energi : kapasitas melakukan kerja. Ahli kimia mendefinisikan kerja sebagai perubahan energi langsung yang dihasilkan dari suatu proses Jenis – jenis energi 1. Energi kinetik : energi yang dimiliki oleh suatu objek yang bergerak. Ek = ½ mv2 2. Energi radiasi : energi yg berasal dari matahari dan merupakan sumber energi utama bumi. 3. Energi termal : merupakan gabungan energi dengan gerak acak ( random ) dari atom – atom dan molekul 4. Energi kimia : energi yg tersimpan dalam unit struktur senyawa kimia. 5. Energi potensial : energi yg tersimpan dalam suatu obyek oleh karena posisinya terhadap obyek yg lain. B. Hukum Kekekalan Energi Hukum ini menyatakan bahwa : “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnakan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk energi yang lain Beberapa contoh perubahan energi : Energi radiasi diubah menjadi energi panas. Perubahan ini terjadi ketika kita berjemur diterik matahari. Energi potensial menjadi energi listrik. Perubahan ini terjadi misalnya pada pusat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang memanfaatkan energi potensial air terjun untuk menggerakkan turbin pembangkit tenaga listrik C. Sistem dan Lingkungan Sistem : bagian dari alam semesta yang menjadi perhatian kita Lingkungan : bagian sisa dari alam semesta yang terdapat diluar sistem Secara umum ada 3 jenis sistem : Sistem terbuka : sistem dimana baik massa maupun energi yg biasanya dlm bentuk panas dapat dipertukarkan dengan lingkungan. Misalnya kopi panas dlm gelas eken melepaskan panas ke lingkungannya sehingga menjadi dingin. Sistem tertutup : sistem dimana memungkinkan terjadinya transfer energi (panas) ke lingkungannya, tetapi tidak dapat menstransfer massa. Misalnya kopi panas dalam erlenmeyer tertutup dapat melepas panas ke lingkungannya sehingga menjadi dingin, tapi tidak ada uap air yang hilang Sistem terisolasi : sistem dimana baik massa maupun energi (panas) tidak dapat dipertukarkan ke lingkungan. Misalnya kopi panas dalam termos merupakan contoh sistem terisolasi, dimana energi ditransfer ke lingkungan dengan sangat lambat. D. Reaksi Eksoterm dan Endoterm A. Reaksi Eksoterm Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau pada reaksi tersebut dikeluarkan panas. Pada reaksi eksoterm harga H = ( - ) Contoh : C(s) + O2(g) + CO2(g) + 393.5 kJ ; H = -393.5 kJ B. Reaksi Endoterm Pada reaksi endoterm terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada reaksi tersebut dibutuhkan panas. Pada reaksi endoterm harga H = ( + ) Contoh : CaCO3(s) ® CaO(s) + CO2(g) - 178.5 kJ ; H = +178.5 Jenis Perubahan Entalpi Entalpi atau H = Kalor reaksi pada tekanan tetap = Qp Perubahan entalpi adalah perubahan energi yang menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap. Pemutusan ikatan membutuhkan energi (= endoterm) Contoh: H2 2H - a kJ ; H= +a kJ Pembentukan ikatan memberikan energi (= eksoterm) Contoh: 2H H2 + a kJ ; H = -a kJ Berdasarkan jenis reaksinya, maka perubahan entalpi dapat dibedakan sebagai berikut : Entalpi Pembentukan Standar ( Hof) atau Standar Entalphy of Formation H untuk membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari unsur-unsurnya yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm. Contoh: H2(g) + 1/2 O2(g) H20(l) ; Hf = -285.85 kJ Entalpi Penguraian ( Hod ) atau Standar Entalphy of Dissociation H dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi unsur-unsurnya (= Kebalikan dari H pembentukan). Contoh: H2O(l) H2(g) + 1/2 O2(g) ; H = +285.85 kJ Penentuan Perubahan Entalpi . KalorimeterB. Hukum Hess C. Energi Ikatan D. Kalor Pembakaran Bahan Bakar A. Kalorimeter Untuk menentukan perubahan entalpi (H) suatu reaksi dapat dilakukan dengan suatu percobaan menggunakan kalorimeter, baik kalorimeter sederhana maupun kalorimeter bomb. Dalam menentukan H menggunakan kalorimeter, kita akan selalu berhubungan dengan kalor atau panas. Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan 1 gr zat sebesar 1oC atau 1oK disebut panas jenis (c), dinyatakan dengan satuan Joule g-1oC-1. Untuk menentukan jumlah kalor suatu zat secara umum berlaku rumus : Q = m . c . t dimana : q = jumlah kalor ( joule ) m = massa zat ( gram ) c = kalor jenis ( Jg-1oC-1 ) t = perubahan suhu ( takhir – tawal ) B. Hukum Hess Hukum Hess “Perubahan entalpi yang dilepas atau diserap tidak tergantung pada jalannya reaksi, melainkan tergantung pada kondisi zat – zat yang bereaksi ( reaktan ) dan zat – zat hasil reaksi ( produk )” a. Perubahan entalpi ( H ) dihitung melalui penjumlahan dari perubahan entalpi beberapa reaksi yang berhubungan . Perubahan entalpi ( H ) suatu reaksi dihitung berdasarkan selisih entalpi pembentukan ( Hof ) antara produk dan reaktan Secara umum rumus untuk persamaan reaksinya adalah : a AB + b CD c AD + d BC Ho = ( c . Hof AD + d . Hof BC ) – ( a Hof AB + b HofCD ) atau Hreaksi = nHof produk - nHof reaktan C. Energi Ikatan adalah energi rata – rata yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan atom – atom pada suatu senyawa. Energi ikatan suatu molekul berwujud gas dapat ditentukan dari data entalpi pembentukan standar (Hof ) dan energi ikat unsur – unsurnya. Prosesnya dianggap melalui 2 tahap, yaitu : Menguraikan senyawa menjadi unsurnya Mengubah unsur menjadi atom gas adalah energi rata – rata yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan atom – atom pada suatu senyawa. Energi ikatan suatu molekul berwujud gas dapat ditentukan dari data entalpi pembentukan standar (Hof ) dan energi ikat unsur – unsurnya. Prosesnya dianggap melalui 2 tahap, yaitu : Menguraikan senyawa menjadi unsurnya Mengubah unsur menjadi atom gas D. Kalor Pembakaran Bahan BakarPembakaran merupakan proses reaksi antara bahan bakar dengan oksigen yang disertai nyala api. Pembakaran merupakan reaksi eksoterm. Ada beberapa bahan bakar yang digunakan dalam rumah tangga, yaitu : Arang Kayu Gas LPGPembakaran tidak sempurna adalah merupakan proses pembakaran yang menghasilkan gas CO. Gas CO ini sangat berbahaya karena gas CO lebih mudah diikat oleh hemaglobin dari pada oksigen, apabila kita menghirup udara yg mengandung CO dengan kadar 100 ppm selama 5 menit akan menimbulkan gejala keracunan CO dengan ditandai kepala terasa pusing, tubuh gemetar dan diikuti dengan hilangnya kesadaran. Permasalahan lain dalam penggunaan bahan bakar fosil adalah hujan asam yg disebabkan adanya reaksi antara N2 dan O2 dari udara membentuk oksida nitrogen. Disamping itu juga akan terjadi “Efek rumah kaca” yg akan mengakibatkan “global warming”. Thank You Web Kimia = http://teacher/swd E-mail : trifurnaadhi@gmail.com
Minggu, 22 September 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar